Arsip Kegiatan: Pemdes Sawe Lakukan Pendataan Dampak Banjir

Desa Sawe – Pasca banjir yang terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WITA, Pemerintah Desa Sawe melakukan pendataan lapangan terhadap dampak bencana di sejumlah wilayah desa. Kegiatan ini merupakan langkah awal pemerintah desa untuk mengetahui kondisi warga terdampak serta mengidentifikasi kerusakan pada permukiman dan infrastruktur desa.

Banjir yang terjadi saat itu dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan luapan air masuk ke beberapa wilayah permukiman warga di Desa Sawe. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sawe bersama unsur terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan awal dan menghimpun informasi kerusakan sebagai dasar tindak lanjut penanganan.

Pendataan dilaksanakan di beberapa dusun terdampak, yaitu Dusun Sawe Baru, Dusun Sawe, Dusun Lodo Jaya, Dusun Lodo, Dusun Sigi, dan Dusun Samakarya. Selain memantau kondisi rumah warga, pemerintah desa juga melakukan identifikasi terhadap sejumlah fasilitas umum dan sarana pendukung kegiatan masyarakat yang mengalami dampak akibat banjir.

Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, banjir mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak genangan air, dengan rincian sebagai berikut:

  • Dusun Sawe Baru sebanyak 10 rumah
  • Dusun Sawe sebanyak 13 rumah
  • Dusun Lodo Jaya sebanyak 13 rumah
  • Dusun Lodo sebanyak 5 rumah
  • Dusun Sigi sebanyak 7 rumah
  • Dusun Samakarya sebanyak 8 rumah

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada infrastruktur dan fasilitas desa, antara lain:

  • Satu unit jembatan jalan ekonomi di Dusun Lodo yang menghubungkan perkampungan warga dengan jalan ekonomi So Lameri
  • Talud sungai di Dusun Sawe yang dibangun menggunakan anggaran desa tahun 2025
  • Pipa jaringan air bersih di Dusun Sawe sepanjang kurang lebih 100 meter yang terbawa arus banjir sehingga mengganggu distribusi air bersih kepada warga
  • Empat unit DAM irigasi yang mengalami kerusakan berat, yaitu DAM Tagambe, DAM Rida, DAM Meri, dan DAM Owo

Keempat DAM tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung sistem pengairan lahan pertanian masyarakat. Kerusakan pada sarana ini berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian warga apabila tidak segera ditangani.

Dalam kegiatan pendataan tersebut, Pemerintah Desa Sawe menegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa banjir. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan berat pada rumah warga, meskipun beberapa rumah sempat tergenang air.

Melalui pendataan ini, Pemerintah Desa Sawe memperoleh gambaran awal mengenai kondisi warga terdampak, tingkat kerusakan fasilitas, serta kebutuhan penanganan lebih lanjut. Data tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan laporan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemulihan pascabencana.

Pemerintah Desa Sawe mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat dampak lanjutan akibat banjir. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi dan langkah penanganan secara bertahap demi menjaga keselamatan warga dan mempercepat pemulihan kondisi desa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan P2K2 PKH di Dusun Sigi dan Dusun Samakarya Bahas Pencegahan Stunting

Warga Desa Sawe Gotong Royong Perbaiki Jembatan So Lameri

Pembangunan Pagar Lingkungan di Dusun Sama Karya Kembali Dilanjutkan